Breaking News
Trending Tags
Beranda » Opini » Generasi yang Haus Perhatian, Tapi Takut Ketulusan

Generasi yang Haus Perhatian, Tapi Takut Ketulusan

  • account_circle Boas Sababang
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada sesuatu yang perlahan rusak dari cara manusia saling mencintai hari ini.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kita hidup di zaman ketika perhatian bisa diberikan kepada siapa saja, kapan saja, tanpa makna apa-apa. Pesan “udah makan?” tidak lagi terdengar istimewa. Panggilan larut malam tidak lagi berarti rindu. Bahkan tatapan hangat pun kadang hanya menjadi kebiasaan, bukan perasaan.

Besi

Hubungan hari ini dipenuhi ambiguitas. Tidak ada kepastian, tetapi ada perlakuan seperti pasangan. Tidak ada cinta, tetapi ada kecemburuan. Tidak ada status, tetapi ada harapan yang terus dipelihara. Dan di tengah semua itu, banyak orang diam-diam sedang patah hati oleh sesuatu yang bahkan tidak pernah resmi dimulai.

Dalam

Sebagian orang hanya ingin ditemani, bukan mencintai. Mereka takut kesepian, lalu menggunakan kehadiran orang lain sebagai tempat singgah emosional. Hanya

Dan yang saya

Kita mulai salah menafsirkan perhatian sebagai cinta. Padahal tidak semua yang datang membawa rasa. Ada yang menatap hanya karena punya mata, bukan karena punya hati.

Media sosial memperparah semuanya. Orang-atau

Lalu lahirlah banyak luka yang tidak bisa dijelaskan.

Luka karena berharap.
Luka karena merasa dipilih.
Luka karena ternyata:

“Kukira aku satu-satunya, ternyata hanya salah satunya.”

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi di dalamnya ada kehancuran yang pelan-pelan membunuh rasa percaya seseorang terhadap cinta.

Barangkali yang paling langka hari ini bukan hubungan, melainkan ketulusan. Banyak orang ingin dicintai, tetapi tidak siap bertanggung jawab atas hati orang lain. Banyak yang ingin diperhatikan, tetapi takut memberi kepastian.

Dan pada akhirnya, kita hidup di generasi yang ramai oleh kedekatan, tetapi sepi oleh kejelasan.

Tags
  • Penulis: Boas Sababang
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Enatah Kapan Kusebut Itu Rumah

    Entah Kapan Kusebut Itu Rumah

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar
  • 78698-bbm-kenaikan-harga-bbm-spbu-pertamina-ilustrasi-bbm-ilustrasi-spbu-ilustrasi-pertalite

    Dua Jam di Kamar Oval Istana: Membaca Sinyal ‘Reshuffle’ Menkeu dan Ambiguitas Efisiensi MBG

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Selasa sore, 9 Juni 2026, atmosfer Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta terasa lebih pekat dari biasanya. Di tengah grafik nilai tukar rupiah yang terus merosot terhadap dolar AS dan rumor politik yang kian kencang mengenai nasib Purbaya Yudhi Sadewa di kursi Menteri Keuangan, Presiden Prabowo Subianto melakukan manuver yang langsung menyalakan alarm di pasar keuangan dan […]

  • MENYALIP DI TIKUNGAN PAJAK DAN SENGKETA: DI BALIK ALTRUISME 30 HEKTAR MEIKARTA

    MENYALIP DI TIKUNGAN PAJAK DAN SENGKETA: DI BALIK ALTRUISME 30 HEKTAR MEIKARTA

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 81
    • 0Komentar

    OLEH: TIM INVESTIGASI & ANALISIS EKONOMI-POLITIKThank you for reading this post, don’t forget to subscribe! ALTRUISME ATAU STRATEGI EXIT? JAKARTA, Langkah PT Lippo Cikarang Tbk menghibahkan lahan seluas 30 hektare (ha) di kawasan megaproyek bermasalah Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, kepada negara memicu tanda tanya besar di ruang publik. Di atas kertas, siaran pers korporasi dan […]

  • Mengapa Banyak PTS Kesulitan Mendapat Mahasiswa Baru?

    Mengapa Banyak PTS Kesulitan Mendapat Mahasiswa Baru?

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Boas Sababang
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Oleh: Boas SababangThank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Beberapa tahun terakhir ini, kabar duka dari dunia pendidikan tinggi swasta semakin kerap terdengar. Banyak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dulu ramai, kini sepi peminat. Beberapa bahkan terancam tutup atau harus merger. Sementara itu, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terus membengkak daya tampungnya. Fenomena […]

  • Zona Senja Lautan, Triliunan Makhluk Kecil yang Menentukan Karbon Bumi

    Zona Senja Lautan, Triliunan Makhluk Kecil yang Menentukan Karbon Bumi

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Boas Sababang
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Di bawah permukaan laut, jauh dari cahaya Matahari, ada sebuah proses alam yang berlangsung setiap malam dan nyaris tak terlihat oleh manusia. Triliunan makhluk kecil dari zona senja lautan naik ke permukaan untuk makan, lalu kembali turun ke kedalaman saat fajar tiba. Fenomena ini dikenal sebagai migrasi vertikal diel, dan para ilmuwan menilai proses ini […]

  • MBG

    Analisis Kritis Kebijakan Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Boas Sababang
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tujuan yang sulit ditolak: memperbaiki gizi anak, mendukung pembelajaran, dan menekan stunting. Namun, di balik tujuan yang baik itu, terdapat persoalan desain, pendanaan, distribusi, dan tata kelola yang membuat program ini rawan menjadi kebijakan populis yang lebih cepat dipuji daripada dibuktikan hasilnya.theinThank you for reading this post, don’t forget […]

expand_less