Breaking News
Trending Tags
Beranda » Sastra » Puisi » Menatap Tanpa Rasa

Menatap Tanpa Rasa

  • account_circle Boas Sababang
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 161
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di kota yang ramai oleh manusia
dan sunyi oleh ketulusan,
aku pernah percaya
bahwa cara seseorang memandangku
adalah bentuk cinta paling sederhana.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Ia datang seperti rumah
yang tak pernah kumiliki.
Suaranya menenangkan,
tatapannya hangat,
dan hadirnya perlahan
membuatku lupa cara menjaga hati sendiri.

Aku pikir,
semesta akhirnya memihak kepadaku.

Aku pikir,
setelah begitu banyak kehilangan,
Tuhan akhirnya mengirim seseorang
yang benar-benar ingin tinggal.

Tapi hidup memang pandai bercanda.

Ternyata ia menatapku
bukan karena memiliki rasa,
melainkan hanya karena ia memiliki mata.

Dan aku—
sebodoh itu menerjemahkan perhatian
menjadi cinta.

Padahal tidak semua yang datang dengan nyaman
datang dengan niat menetap.

Ada manusia
yang pandai membuatmu merasa dicintai
tanpa pernah benar-benar mencintai.

Ia menggenggammu
saat dirinya kesepian.
Lalu melepaskanmu
saat hatinya menemukan tujuan lain.

Dan luka paling menyakitkan
bukan ketika ditinggalkan.

Melainkan ketika kita sadar
bahwa selama ini
kita hanya salah paham.

Kukira aku satu-satunya.
Ternyata hanya salah satunya.

Lucu ya?
Seseorang bisa membuatmu merasa istimewa,
sementara di waktu yang sama
ia sedang mengulang perasaan yang sama
kepada orang lain.

Sejak itu aku mengerti,
bahwa sebagian manusia
memang ahli memberi harapan
meski tidak pernah berniat memberi kepastian.

Mereka hadir seperti hujan:
menenangkan saat turun,
namun meninggalkan dingin
setelah pergi.

Dan sekarang,
aku tidak lagi takut kehilangan seseorang.

Aku hanya takut
mengulang kesalahan yang sama:

mengira sedang dicintai,
padahal hanya sedang ditemani
oleh seseorang
yang takut kesepian.

  • Penulis: Boas Sababang
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buku dan Logika "Kemewahannya": Mengapa Berpikir Kritis Menjadi Barang Langka di Republik Citra

    Buku dan Logika “Kemewahannya”: Mengapa Berpikir Kritis Menjadi Barang Langka di Republik Citra

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Boas Sababang
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Ketika sebuah bangsa memperlakukan buku sebagai barang mewah (luxury), sebenarnya bangsa itu sedang menggeser pengetahuan dari hak publik menjadi hak istimewa (privilege). Dampak terjauhnya sangat mengerikan: berpikir kritis bertransformasi menjadi komoditas elitis yang hanya bisa diakses oleh segelintir kelas sosial.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Kita sering kali terheran-heran, bahkan meratapi, […]

  • Investigasi UBK dan Pertanyaan tentang Batas Kekuasaan Aparat

    Investigasi UBK dan Pertanyaan tentang Batas Kekuasaan Aparat

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Kasus dugaan tawaran uang Rp 50 juta kepada Ketua BEM FH Universitas Bung Karno (UBK) nonaktif membuka pertanyaan yang jauh lebih besar daripada sekadar benar atau tidaknya aliran dana. Di balik kronologi pertemuan, bantahan kepolisian, dan pengakuan yang disampaikan dalam forum internal kampus, tersimpan persoalan mendasar tentang batas kewenangan aparat negara dalam mengelola demonstrasi mahasiswa, […]

  • belanda

    2026 dan Arah Baru Pariwisata Dunia: Saat Keindahan Tak Lagi Cukup

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Boas Sababang
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Ada satu perubahan penting dalam cara dunia memandang perjalanan pada 2026: wisata tidak lagi cukup hanya indah. Destinasi yang paling menarik kini bukan semata tempat yang menawarkan panorama memukau, tetapi juga ruang yang mampu memberi makna, menjaga lingkungan, dan menghidupkan komunitas lokal. Pergeseran ini terlihat jelas dalam daftar 20 destinasi terbaik untuk bepergian pada 2026 […]

  • Menolak Menjadi "Di Mana Saja": Siasat Kosmetik Globalisasi dan Paradoks Overtourism di Bali

    Menolak Menjadi “Di Mana Saja”: Siasat Kosmetik Globalisasi dan Paradoks Overtourism di Bali

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Di Bali, alarm bahaya pariwisata tidak lagi berbunyi abstrak melalui angka-angka infografis atau keluhan akademis di ruang seminar. Ia berwujud nyata: kemacetan yang mengular di Canggu, krisis air bersih yang mencekik subak, alih fungsi lahan yang brutal, hingga retribusi turis asing yang berakhir menjadi pertanyaan besar: ke mana uangnya mengalir?Thank you for reading this post, […]

  • Analisis Taktis Liverpool: Rest Organisation Arne Slot vs Chaos Control Andoni Iraola

    Analisis Taktis Liverpool: Rest Organisation Arne Slot vs Chaos Control Andoni Iraola

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Boas Sababang
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Secara mendasar, transisi dari Arne Slot ke Andoni Iraola adalah peralihan dari sepak bola berbasis kontrol posisi (possession & patience) kembali ke sepak bola berbasis teror fisik dan spasial (pressing & verticality).Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Berikut adalah bedah komparasi taktisnya jika diterapkan pada skuad The Reds: 1. Komparasi Formasi […]

  • Tirani Persepsi: Menguliti Pabrik Narasi Penguasa dan Lenyapnya Nalar Sehat dalam Demokrasi Kita

    Tirani Persepsi: Menguliti Pabrik Narasi Penguasa dan Lenyapnya Nalar Sehat dalam Demokrasi Kita

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Boas Sababang
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Oleh: Boas SababangThank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Yogyakarta, 3 Juni 2026 I. Ketika Negara Berhenti Berdialog dan Mulai Mendikte Isi Kepala Di bawah pendar lampu ruang siber Indonesia hari ini, sebuah drama besar yang mencemaskan sedang dipertontonkan oleh pemegang kekuasaan. Negara, yang secara konstitusional lahir dari rahim kesepakatan sosial warga […]

expand_less