Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bola » Prancis Lolos, Paraguay Kebablasan

Prancis Lolos, Paraguay Kebablasan

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Prancis tidak sekadar menang atas Paraguay; mereka lolos dari laga yang menguji ketenangan, disiplin, dan daya tahan mental. Dalam pertandingan yang berjalan keras, panas, dan penuh provokasi, Les Bleus menunjukkan satu hal penting: tim besar tidak selalu menang dengan permainan indah, tetapi dengan kemampuan bertahan saat permainan berubah menjadi kacau.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kemenangan 1-0 itu terasa lebih besar daripada sekadar tiket ke perempat final. Ia adalah pembuktian bahwa Prancis punya lapisan permainan lain selain dominasi teknis: kesabaran, kontrol emosi, dan kecerdikan membaca situasi.

Laga yang bergeser jadi perang mental

Paraguay datang bukan untuk bermain rapi, melainkan untuk memutus ritme lawan. Sejak awal, mereka menekan secara fisik, memancing duel, dan mengganggu aliran bola Prancis melalui kontak-kontak yang berada di batas toleransi wasit.

BBC menyoroti bahwa beberapa insiden keras lolos dari hukuman, termasuk aksi yang mengenai Adrien Rabiot, Kylian Mbappe, dan Dayot Upamecano. Pada saat yang sama, tidak ada satu pun pemain Paraguay yang mendapat kartu kuning, meski beberapa pelanggaran mereka dinilai jelas layak diperingatkan.

Di sinilah pertandingan berubah karakter. Saat lawan mencoba menggeser sepak bola menjadi arena adu emosi, kualitas tim elite diuji bukan oleh kemampuan menyerang, melainkan oleh kemampuan tidak terpancing. Prancis justru menang dalam skenario itu.

Mbappe tetap jadi pembeda

Kalau ada satu nama yang membuat Prancis tetap hidup di laga seperti ini, jawabannya tentu Kylian Mbappe. Ia tidak hanya mencetak gol penentu dari titik penalti, tetapi juga menjadi pusat gravitasi permainan Prancis, baik saat menyerang maupun saat Paraguay mencoba mengurungnya dengan cara kasar.

Gol itu juga mempertegas status Mbappe sebagai sosok yang paling berbahaya di turnamen. BBC mencatat bahwa gol tersebut menjadi gol ketujuh Mbappe di turnamen dan membuatnya menyamai Lionel Messi dalam persaingan pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia.

Yang lebih penting, Mbappe menunjukkan sikap yang matang. Saat diprovokasi, ia tidak kehilangan fokus. Ia bahkan disebut bereaksi dengan tawa terhadap taktik Paraguay, sebuah tanda bahwa ia tidak memberi lawan kemenangan psikologis.

Wasit dan VAR ikut menentukan arah cerita

Salah satu tema besar laga ini adalah kualitas kepemimpinan wasit. BBC menyebut penampilan Ilgiz Tantashev dikritik luas karena dianggap terlalu lemah, sementara sejumlah pelanggaran Paraguay tidak ditangani dengan tegas sejak awal.

Namun keputusan paling menentukan justru datang lewat VAR. Pelanggaran Diego Gomez terhadap Desire Doue akhirnya berujung penalti setelah tinjauan monitor pinggir lapangan. Dari situ, Prancis mendapatkan jalan keluar yang paling penting dalam pertandingan yang sebelumnya tampak buntu.

Ini menarik karena pertandingan semacam ini sering kali dimenangkan bukan oleh tim yang paling banyak menembak, tetapi oleh tim yang paling sabar menunggu momen kecil. Dalam laga penuh benturan, satu keputusan wasit bisa mengubah seluruh narasi pertandingan.

Paraguay: keras, tapi terlalu jauh

Paraguay sebenarnya punya identitas yang bisa dimengerti: agresif, disiplin, dan tidak nyaman dilawan. Masalahnya, dalam laga ini mereka dinilai melampaui batas. BBC mengutip sejumlah komentar dari Joe Hart, Micah Richards, dan Pat Nevin yang mengecam perilaku Paraguay sebagai memalukan, berlebihan, dan penuh “seni gelap”.

Istilah itu penting karena menggambarkan dua hal sekaligus. Pertama, Paraguay berhasil membuat Prancis frustrasi untuk waktu yang lama. Kedua, mereka gagal menjaga garis pemisah antara agresivitas taktis dan perilaku destruktif.

Dalam sepak bola modern, tim yang ingin bertahan melawan lawan yang lebih unggul memang sering memilih permainan keras. Tetapi ketika pendekatan itu berubah menjadi sekadar gangguan, fokus lawan justru bisa menguat. Prancis tampaknya membaca itu dengan sangat baik.

Prancis tidak cantik, tapi efektif

Ada pertandingan yang menang karena keindahan. Ada juga pertandingan yang menang karena kedewasaan. Laga ini termasuk kategori kedua. BBC menuliskan bahwa Prancis kesulitan mencatatkan tembakan tepat sasaran pada babak pertama, namun tetap menemukan cara untuk menang.

Rayan Cherki dan William Saliba menegaskan bahwa tim sudah siap menghadapi laga seperti ini. Mereka paham Paraguay akan datang dengan tekel keras, provokasi, dan upaya mengacaukan fokus. Karena itu, Prancis tidak panik ketika pertandingan berjalan buruk.

Justru di sinilah nilai sebuah tim juara terlihat. Bukan ketika semua berjalan mudah, tetapi saat permainan tidak mengikuti rencana awal. Prancis tidak tampil paling indah, namun mereka tampil paling matang.

Sumber pendukung yang relevan

Untuk memperkuat artikel bergaya analisis tajam ala Kompas, berikut beberapa sumber pendukung yang bisa dipakai sebagai rujukan tambahan. Sumber-sumber ini relevan karena membahas VAR, analisis pertandingan, dan konteks Prancis vs Paraguay dari sudut yang saling melengkapi.

Penulis

Media

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haaland Hancurkan Brasil, Norwegia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

    Haaland Hancurkan Brasil, Norwegia Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Boas Sababang
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Norwegia membuat kejutan besar di babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah menyingkirkan Brasil dengan skor 2-1 di Stadion New York New Jersey, Minggu (5/7). Dua gol Erling Haaland di babak kedua menjadi penentu kemenangan Norwegia, sementara Brasil hanya mampu membalas lewat penalti Neymar pada menit ke-90+. Thank you for reading this post, don’t […]

  • Realitas Pahit Mahasiswa PGSD: Terpaksa Kuliah, Takut Jadi Guru

    Realitas Pahit Mahasiswa PGSD: Terpaksa Kuliah, Takut Jadi Guru

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Boas Sababang
    • visibility 347
    • 0Komentar

      Oleh: Boas Sababang Mahasiswa Semester 2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Sebagai mahasiswa semester dua Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, rutinitas saya setiap hari dipenuhi kesibukan yang padat. Pagi hingga siang mengikuti kuliah, sore hari melaksanakan praktik narakarya Pramuka di salah satu sekolah dasar, malam […]

  • Merino Mengirim Spanyol ke Semifinal: Belgia Runtuh oleh Satu Kesalahan, La Roja Hidup dari Ketepatan Waktu

    Merino Mengirim Spanyol ke Semifinal: Belgia Runtuh oleh Satu Kesalahan, La Roja Hidup dari Ketepatan Waktu

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Boas Sababang
    • visibility 13
    • 0Komentar

    TERASREPUBLIK.COM – Spanyol melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 dengan cara yang sangat Spanyol: dominan, sabar, lalu mematikan di momen paling akhir. Di SoFi Stadium, Los Angeles, mereka menaklukkan Belgia 2-1 dalam laga perempat final yang menampilkan hampir semua unsur khas sepak bola level elite: kontrol permainan, kebuntuan, gol balasan, pergantian paksa, dan satu kesalahan […]

  • Fenomena 'Lipstick Effect' dan Candu Belanja Online di Tengah Impitan Ekonomi

    Fenomena ‘Lipstick Effect’ dan Candu Belanja Online di Tengah Impitan Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Boas Sababang
    • visibility 113
    • 0Komentar

    JAKARTA — Di tengah situasi ekonomi yang serbakencang, masyarakat Indonesia kini punya cara unik untuk menghibur diri. Alih-alih membeli aset besar atau menabung, banyak orang justru makin gemar membelanjakan uangnya untuk hal-hal kecil. Mulai dari segelas kopi kekinian, skincare viral, hingga mainan blind box. Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Fenomena […]

  • guru

    Dari Pikes Peak hingga “America the Beautiful” — jejak guru yang menulis lagu kebangsaan tanpa sengaja

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Boas Sababang
    • visibility 28
    • 1Komentar

    MANITOU SPRINGS, Colorado — Pada musim panas 1893, seorang dosen sastra bernama Katharine Lee Bates mendaki Pikes Peak, gunung ikonik di dekat Colorado Springs. Dari puncak setinggi 4.394 meter itu, ia menatap hamparan dataran luas, pegunungan yang berlapis-lapis, dan langit yang seolah membentang tanpa batas — pemandangan yang kemudian mengilhami bait-bait puisi berjudul “America” yang […]

  • Hakim Tolak Intervensi Sidang Praperadilan Roy Suryo

    Hakim Tolak Intervensi Sidang Praperadilan Roy Suryo

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menolak permohonan intervensi yang diajukan oleh Koordinator Tim Hukum Merah Putih (THMP), C. Suhadi, dalam sidang praperadilan yang diajukan oleh tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong terkait ijazah palsu Presiden Joko Widodo, Roy Suryo, Senin (29/6/2026). Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe! Hakim Tunggal […]

expand_less